Review Album : Say Hi To HiVi (Salsabila Rizqi N)
HIVI merupakan sebuah grup musik pop Indonesia yang dibentuk diJakarta pada tahun 2009. Grup musik ini beranggotakan Dalila Azkadiputri (vokal), Ilham Aditama (vokal), Febrian Nindyo(vokal/gitar) dan Ezra Mandira (vokal/gitar). Grup musik ini bergenre pop.Band yang terbentuk tahun 2009 ini sudah menetaskan satu debut album yg diberi nama Say Hi! To HiVi! yang dirilis tahun 2012 oleh Universal Music Indonesia dengan single pertama yang berjudul "Indahnya Dirimu". Lagu yang diciptakan oleh Febrian Nindyo ini bercerita tentang sepasang remaja yang jatuh cinta pada pandangan pertama yang membuat mereka saling memuji satu sama lain.
Tema cinta memang sangat terasa di album ini, selain "Indahnya Dirimu", lagu lain seperti "Curi-Curi", "Selalu di hati", "Mata Ke Hati", "Orang Ketiga" dan satu lagu daur ulang milik band The Groove yang berjudul "Khayalan". Single-single dari album pertama yang menyusul adalah "Orang Ketiga", "Curi-Curi", "Mata ke Hati". Single-single mereka mendapatkan respon yang baik, terutama dari kalangan remaja dan penggemarnya yang diberi nama "HiFriends". Single "Orang Ketiga" dan "Curi-Curi" mendapatkan kesempatan menjadi soundtrack dari film "Cinta Brontosaurus" yang dibintangi oleh Raditya Dika.
Pada awal tahun 2014, mereka kembali merilis single berjudul "Heartbeat". Single pertama mereka dengan lirik berbahasa campuran (Inggris - Indonesia). Di akhir tahun, mereka mendapatkan kesempatan melakukan tur ke 4 negara di Eropa yakni Belanda, Perancis, Jerman dan Swiss untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke negara tersebut.
Secara keseluruhan saya suka dengan album perdana ini. Dibuka dengan Intro yang berisi permainan 2 gitar akustik langsung memberitahu pendengar bahwa mereka terinfluence berat oleh Depapepe. Setelah itu kita disambut lagu super ceria, “Lihatlah Dunia”. Kordnya mungkin simple tapi tetap sulit untuk tidak tersenyum ketika mendengarkan lagu ini. Apalagi arransemen lagunya yang sangat baik.Pada track ketiga, ada single mereka, “Indahnya Dirimu”. Jujur, saya cukup kecewa dengan arransemennya, bagaimana drumnya sendiri adalah digital dan tidak direkam dengan drum asli membuat lagu ini terasa terlalu komersil dan kehilangan nyawanya. Tidak jarang lagu ini saya skip. Tapi ternyata, “Indahnya Dirimu” punya teman di track terahir yang juga adalah cover version dari lagu The Groove, “Khayalan”. Pertama kali mendengar respon saya langsung “What’s with that garage band-ish guitar?“. Walaupun ketika saya menonton mereka langsung di Java Jazz barusan, “Khayalan” mereka lebih baik dari The Groove. Then again, menurut saya, kesalahan terdapat di proses perekaman.
Cukup dengan komentar negatifnya, sisa dari albumnya sendiri sangat memuaskan. Lagu “Curi-Curi” bisa jadi sangat populer dalam 5 bulan ke depan ditemani dengan “Lihatlah Dunia”. Penyajian “Curi-Curi” bisa dibilang yang terbaik sealbum. Ditambah dengan lirik yang catchy, sepertinya tidak ada alasan untuk tidak menjadikan lagu ini sebagai single berikutnya. Sedangkan, untuk lagu yang rada pelan dan “sepi”, ada “Selalu Di Hati” dan “Orang Ke 3” yang sekali lagi terasa Depapepe-nya. Lalu, ada lagi lagu favorit teman-teman saya, “Mata Ke Hati”. Memang unik di reffnya tapi buat saya sendiri synthesizernya terlalu menganggu. Benar-benar angin segar bagi dunia permusikan Indonesia.

0 comments:
Post a Comment