Tuesday, 6 September 2016


Sheila On 7 merupakan sebuah grup musik legendaris Indonesia yang berasal dari Yogyakarta. Grup musik yang lahir pada 6 Mei 1996 dengan nama W.H.Y Gank ini, digawangi lima anak muda, baba Duta sebagai vokalis, mas Adam sebagai, mas Eross Candra sebagai gitaris, mas Sakti sebagai gitaris, dan mas Anton sebagai drummer.
Setelah malang melintang di belantika musik Indonesia dengan menghasilkan beberapa album, pada 2004 drummer mas Anton harus hengkang karena dianggap kurang disiplin oleh manager Sheila on 7, dan digantikan oleh mas Brian. Kemudian tahun 2006, mas Sakti menyusul mas Anton mengundurkan diri karena ingin melanjutkan pendidikannya ke Pakistan.

Beberapa album yang telah Sheila On 7 keluarkan antara lain 'Sheila On 7' (1999), 'Kisah Klasik Untuk Masa Depan' (2000), '07 Des'(2001), 'OST. 30 Hari Mencari Cinta' (2003), 'Pejantan Tangguh' (2004), 'The Very Best Of Sheila On 7: Jalan Terus' (2005), '507' (2006), 'Menentukan Arah', 'Berlayar' (2011), dan yang paling anyar 'Musim yang Baik' yang akhirnya diluncurkan 10 Desember 2014 kemarin.
            Album ini berisi 10 track yang semuanya adalah lagu baru. Kecuali Bryan, semua personel Sheila on 7 menyumbang lagu dalam porsi yang sama dalam album ini. Eross sang gitaris tetap sebagai penyumbang lagu terbanyak dengan 4 lagu. Sedangkan Adam dan Duta masing-masing menyumbang 3 buah lagu.

Di album ini Duta cs mencoba mengusir rasa bosan mereka dengan menghadirkan sesuatu yang berbeda. Kecuali album pertama, semua album yang dirilis oleh Sheila on 7 direkam menggunakan teknologi digital. Maka, di album ini Sheila on 7 mencoba untuk kembali ke era analog. Bagaimana hasilnya? Anda bisa menilai melalui kesepuluh lagu yang tersedia di album ini. Di album ini pula Sheila on 7 mematangkan diri sebagai 4-pieces band. Sebagaimana diketahui, sejak keluarnya Anton dan juga Sakti, Sheila on 7 diperkuat oleh 4 personel dengan Bryan menggantikan posisi Anton. Sedangkan untuk posisi Sakti dibiarkan kosong. Namun, pada proses rekaman-rekaman album setelah Sakti keluar, Sheila on 7 tetap menghadirkan suara gitar tambahan. Dan tanggung jawab tersebut diserahkan kepada Eross. Kini, mereka telah memantabkan diri untuk berjalan sebagai sebuah band 4 personel

Track pembuka di album ini dibuka oleh lagu berjudul Selamat Datang. Lagu ini mengingatkan kita semua pada lagu Pejantan Tangguh yang kental akan suara musik tiup. Memang terdengar sedikit berbeda jika dibandingkan dengan lagu-lagu So7 lainnya. Tapi tetap saja asyik

Melangkah ke track selanjutnya adalah lagu berjudul Satu Langkah. Nuansa lagu ini sedikut rock n roll. Bagi Sheila gank yang rindu permainan gitar rock ala Eross lagu ini sedikit bisa mengobati rindu tersebut.

Di lagu ke-4 yang berjudul Canggung, kita seperti diajak bernostalgia ke masa lalu. Lagu ini diawali dengan intro yang mendayu. Secara keseluruhan lagu ini sangat catchy dan nampaknya jika lagu ini dijadikan single ke-2 setelah Lapang Dada, maka lagu ini akan dengan mudah memiliki banyak penggemar. Baik itu Sheila gank maupun penikmat musik Indonesia yang belum begitu kenal Sheila on 7. Ada satu track di album ini yang mencerikan tentang keluarga yakni My Lovely. Lagu ini diciptakan oleh Adam. Tidak ada yang aneh dengan lagu ini. Lagu ini hanya bernuansa ngepop sebagaimana seharusnya.

Ada juga lagu berjudu Beruntungnya Aku yang diciptakan oleh sang vokalis, Duta. Lagu tersebut berada di urutan ke-6. Berikutnya adalah lagu yang dipilih sebagai single pertama di album ini yakni Lapang Dada. Anda tentu sudah mendengarkan lagu ini di radio-radio kesayangan Anda. Lagu yang meceritakan hubungan Eross (lagu ini diciptkan oleh Eross) ini diawali oleh permainan gitar solo Eross serta dentuman drum Bryan yang kompak. Lagu ini sekaligus menegaskan Sheila on sebagai 4-pieces band. Tidak ada yang aneh dengan lagu ini kecuali bagian reff yang diisi oleh paduan suara dari personel lainnnya diluar Duta

Album ini ditutup oleh sebuah lagu berjudul Sampai Jumpa. Lagu ini memiliki irama yang sendu. Sama seperti lagu setipe lainnya seperti Waktu Yang Tepat Untuk Berpisah serta Sebuah Kisah Klasik.

Secara keseluruhan album ini memang agak kontras dengan image Sheila on 7 selama ini. Hal itu mungkin karna mereka mencoba untuk menjadi 4-pieces band seutuhnya. Namun, identitas mereka sebagai band dengan lagu yang easy listening dengan lirik yang tak jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari membuat album ini tetap “Sheila on 7”.


Sebagai tambahan, album ini adalah terakhir kalinya So7 bernaung dibawah Sony Music. Setelah ini mereka kabarnya akan berkarir di jalur indie. Tentu akan sangat menarik untuk menantikan kiprah So7 setelah album ini. Selama ini So7 memang sangat identik dengan Sony Music karna melalui label tersebutlah So7 menjadi seperti sekarang ini dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu band papan atas di tanah air

0 comments:

Post a Comment