Sheila
On 7 merupakan sebuah grup musik legendaris Indonesia yang berasal dari
Yogyakarta. Grup musik yang lahir pada 6 Mei 1996 dengan
nama W.H.Y Gank ini, digawangi lima anak muda, baba Duta sebagai vokalis, mas
Adam sebagai, mas Eross Candra sebagai gitaris, mas Sakti sebagai gitaris, dan
mas Anton sebagai drummer.
Setelah
malang melintang di belantika musik Indonesia dengan menghasilkan beberapa
album, pada 2004 drummer mas Anton harus hengkang karena dianggap kurang
disiplin oleh manager Sheila on 7, dan digantikan oleh mas Brian. Kemudian
tahun 2006, mas Sakti menyusul mas Anton mengundurkan diri karena ingin melanjutkan
pendidikannya ke Pakistan.
Beberapa
album yang telah Sheila On 7 keluarkan antara lain 'Sheila On 7' (1999), 'Kisah
Klasik Untuk Masa Depan' (2000), '07 Des'(2001), 'OST. 30 Hari Mencari Cinta'
(2003), 'Pejantan Tangguh' (2004), 'The Very Best Of Sheila On 7: Jalan Terus'
(2005), '507' (2006), 'Menentukan Arah', 'Berlayar' (2011), dan yang paling
anyar 'Musim yang Baik' yang akhirnya diluncurkan 10 Desember 2014 kemarin.
Album ini berisi 10 track yang
semuanya adalah lagu baru. Kecuali Bryan, semua personel Sheila on 7 menyumbang
lagu dalam porsi yang sama dalam album ini. Eross sang gitaris tetap sebagai
penyumbang lagu terbanyak dengan 4 lagu. Sedangkan Adam dan Duta masing-masing
menyumbang 3 buah lagu.
Di album ini Duta cs
mencoba mengusir rasa bosan mereka dengan menghadirkan sesuatu yang berbeda.
Kecuali album pertama, semua album yang dirilis oleh Sheila on 7 direkam
menggunakan teknologi digital. Maka, di album ini Sheila on 7 mencoba untuk
kembali ke era analog. Bagaimana hasilnya? Anda bisa menilai melalui kesepuluh
lagu yang tersedia di album ini. Di album ini pula Sheila on 7 mematangkan diri
sebagai 4-pieces band. Sebagaimana diketahui, sejak keluarnya Anton dan juga
Sakti, Sheila on 7 diperkuat oleh 4 personel dengan Bryan menggantikan posisi
Anton. Sedangkan untuk posisi Sakti dibiarkan kosong. Namun, pada proses
rekaman-rekaman album setelah Sakti keluar, Sheila on 7 tetap menghadirkan
suara gitar tambahan. Dan tanggung jawab tersebut diserahkan kepada Eross.
Kini, mereka telah memantabkan diri untuk berjalan sebagai sebuah band 4
personel
Track pembuka di album
ini dibuka oleh lagu berjudul Selamat Datang. Lagu ini mengingatkan kita semua
pada lagu Pejantan Tangguh yang kental akan suara musik tiup. Memang terdengar
sedikit berbeda jika dibandingkan dengan lagu-lagu So7 lainnya. Tapi tetap saja
asyik
Melangkah ke track
selanjutnya adalah lagu berjudul Satu Langkah. Nuansa lagu ini sedikut rock n
roll. Bagi Sheila gank yang rindu permainan gitar rock ala Eross lagu ini
sedikit bisa mengobati rindu tersebut.
Di lagu ke-4 yang
berjudul Canggung, kita seperti diajak bernostalgia ke masa lalu. Lagu ini
diawali dengan intro yang mendayu. Secara keseluruhan lagu ini sangat catchy
dan nampaknya jika lagu ini dijadikan single ke-2 setelah Lapang Dada, maka
lagu ini akan dengan mudah memiliki banyak penggemar. Baik itu Sheila gank
maupun penikmat musik Indonesia yang belum begitu kenal Sheila on 7. Ada satu
track di album ini yang mencerikan tentang keluarga yakni My Lovely. Lagu ini
diciptakan oleh Adam. Tidak ada yang aneh dengan lagu ini. Lagu ini hanya
bernuansa ngepop sebagaimana seharusnya.
Ada juga lagu berjudu
Beruntungnya Aku yang diciptakan oleh sang vokalis, Duta. Lagu tersebut berada
di urutan ke-6. Berikutnya adalah lagu yang dipilih sebagai single pertama di
album ini yakni Lapang Dada. Anda tentu sudah mendengarkan lagu ini di
radio-radio kesayangan Anda. Lagu yang meceritakan hubungan Eross (lagu ini
diciptkan oleh Eross) ini diawali oleh permainan gitar solo Eross serta
dentuman drum Bryan yang kompak. Lagu ini sekaligus menegaskan Sheila on
sebagai 4-pieces band. Tidak ada yang aneh dengan lagu ini kecuali bagian reff
yang diisi oleh paduan suara dari personel lainnnya diluar Duta
Album ini ditutup
oleh sebuah lagu berjudul Sampai Jumpa. Lagu ini memiliki irama yang sendu.
Sama seperti lagu setipe lainnya seperti Waktu Yang Tepat Untuk Berpisah serta
Sebuah Kisah Klasik.
Secara keseluruhan
album ini memang agak kontras dengan image Sheila on 7 selama ini. Hal itu
mungkin karna mereka mencoba untuk menjadi 4-pieces band seutuhnya. Namun,
identitas mereka sebagai band dengan lagu yang easy listening dengan lirik yang
tak jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari membuat album ini tetap “Sheila on 7”.
Sebagai tambahan,
album ini adalah terakhir kalinya So7 bernaung dibawah Sony Music. Setelah ini
mereka kabarnya akan berkarir di jalur indie. Tentu akan sangat menarik untuk
menantikan kiprah So7 setelah album ini. Selama ini So7 memang sangat identik
dengan Sony Music karna melalui label tersebutlah So7 menjadi seperti sekarang
ini dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu band papan atas di
tanah air

0 comments:
Post a Comment