Wednesday, 31 August 2016


Sheila On 7 akhirnya merilis album terakhir mereka di bawah bendera Sony Music Indonesia. Sebuah album yang mengakhiri perjalanan panjang delapan album bersama salah satu label rekaman paling besar di Indonesia. Album ini sebenarnya sudah mereka kerjakan sejak tahun 2012. Karena satu dan lain hal, "Musim yang Baik" baru dirilis pada 10 Desember 2014.
Personil grup musik lawas yang berdiri di Yogyakarta pada 6 mei 1996 ini mengaku tidak akan mengubah genre musiknya dari pop ke yang lain,karena aliran tersebut yang membuat masyarakat mengenalnya.
Dari segi kemasan album, tampak bahwa yang terakhir dipersiapkan sebaik mungkin. Sheila menunjuk desainer asal Yogyakarta, Farid Stevy Asta -orang yang juga membuat logo baru PT KAI- untuk menggarap artwork album. Teks lagu dicetak per lembar, lengkap dengan gambar interpretasi desainer terhadap masing-masing lagu


Gambar sampul yang didominasi rangkaian bunga yang bermekaran seolah menyiratkan kematangan Sheila sebagai sebuah band yang sudah "jadi". Band yang sudah mekar dan mewangi.

Album "perpisahan" Sheila dengan labelnya ini diisi sepuluh tembang. Tentu bukan sembarang tembang yang dipilih. Mengutip pernyataan Duta, "Album perpisahan harus keren lah".alnum yang berisi antara lain :
Sesuai judulnya “Selamat Datang”, lagu ini dipilih menjadi lagu pembuka. Dari segi lirik, lagu ini sangat bermakna positif. Penggalan lirik "Ini lagumu, yang ku tuliskan untuk temani di manapun kau Tetap semangat," seolah sengaja dibuat agar lagu pembuka ini mampu duduk disamping para pendengar untuk memberi rasa optimis, bukan menggurui.
Masuk ke track ke-dua “Satu Langkah”, tempo semakin meningkat. Memaksimalkan alat musik dari tiap-tiap personel. Jika di album-album sebelumnya terdengar suara dua gitar yang "penuh", pada lagu ini jelas terdengar hanya satu track gitar.

Lirik lagu ini bertemakan cinta, dengan satu kalimat bahasa Inggris sebagai klimaks lagu, "When I say 'I Love You', please baby say you love me too."
Selanjutnya adalah "Buka Mata Buka Telinga" diciptakan oleh Duta, liriknya seolah berisi ajakan untuk merefleksikan peran kita dalam kehidupan. Sekaligus meyakinkan selalu ada alasan kita diciptakan.Selanjutnya lagu yang berjudul “Canggung" menceritakan bagaimana canggungnya diri saat bertemu pujaan hati. Lirik yang dipilih sangat sederhana, "Menyapamu di keramaian, bersikap semua terkendalikan, atur nafas atur irama, dan memberimu sedikit senyuman." Penggalan lirik itu seolah mengingatkan saat-saat dimabuk asmara saat remaja.
Lagu berikutnya “My Lovely” dan “Beruntungnya Aku” musik pada lagu ini seperti lagu sebelumnya, benar-benar mengeksplorasi instrumen dari masing-masing personel. Kalau pun ada tambahan, hanya sekedar suara electone.

Setelah itu lagu yang berjudul “Lapang Dada” dipilih menjadi singel pertama album "Musim yang Baik". Sangat cathy dan mudah diingat. Terutama pada bagian reff. Lagu yang mengajak pendengarnya untuk bisa 'move on' dan menjalani apa yang telah terjadi dengan perasaan ikhlas dan tentu berlapang dada.Berbeda dengan lagu selanjutnya yang berjudul “Belum”  Lagu ciptaan Duta ini bercerita tentang nasib yang buruk. Kesialan kadang terjadi berurutan.
Dua lagu terkahir dari album ini adalah “Musim Yang Baik” Duta sempat menjabarkan bahwa "Musim yang Baik" bermakna pada usaha keras kita yang terkadang tidak berbuah tepat pada waktu yang kita inginkan. Tetapi, semua akan indah pada waktunya, pada "musim yang baik".
"Kita kadang merasa sudah menanam dengan benar, itu pun tidak menjamin bisa menuai hasil di saat yang kita mau. Mudah-mudahan ini saat yang baik bagi Sheila On 7 untuk mengeluarkan album (menuai)," terang Duta.

Jika salam pembuka album ini "selamat Datang", maka salam perpisahan lagu ini adalah "Sampai Jumpa". Lagu ini memiliki makna yang beragam. Selain sebagai lagu penutup, makna "Sampai Jumpa" juga bisa dimaknai sebagai salam perpisahan Sheila On 7 dengan Sony Music Indonesia. Label yang telah menjadi rumah band asal Yogyakarta ini selama 16 tahun.
Suara iringan gitar akustik dari Eross didampingi gesekan violin menambah kuat kesan perpisahan.
Kelebihan dari album ini adalah total proses pembuatannya yang cukup cepat,Sheila on7 hanya butuh 3 hari untuk menyelesaikan main tracknya,selain itu takennya pun sangat cepat.Dan untuk masteringnya dilakukan hanya 3 minggu.Namun workshop nya saja yang lebih lama,
Nilai jual dari album ini dan hasil yang dicapai juga menjadi kelebihan dari album ini.Single “Lapang Dada” dirilis serentak di 280 radio di 100 kota,dan tercatat menjadi rekor baru.Dan pernah masuk dalam Trending Topic Worldwide Twitter.

0 comments:

Post a Comment